ANALISIS TAHAPAN ALUR FILM "MERAH PUTIH"

 NAMA KELOMPOK :

1.Auliya Priadesti Kuswandi (04)

2.Denata Wiliantoro (08) 

3.Keisya Aura Meicha (17)

4.Niko Dwi Hanggara (26)


ANALISIS TAHAPAN ALUR FILM "MERAH PUTIH" 


 📍Orientasi ~ 

5 pria di Sekolah Tentara Rakyat, mereka adalah Amir (Lukman Sardi), Marius (Darius), Thomas (Donny Alamsyah), Soerono (Zumi Zola), dan Dayan (Rifnu Wikana). Tujuan mereka adalah sama-sama ingin mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari tangan belanda yang ingin membangun kekuasaan kembali di tanah air, yang dipimpin oleh Van Mook di salah satu kota Jawa Tengah.


 📍Konflik ~

Hari demi hari pun mereka lalui di sekolah Tentara Rakyat, tiba saatnya mereka lulus dan diperkenankan untuk kembali ke rumah masing-masing. Pada saat yang bersamaan terdapat sebuah acara di sebuah desa. Semula kegiatan berjalan lancar, namun tiba-tiba terjadi penyerangan oleh pihak Belanda pada desa tersebut. Sontak mereka pun langsung membalas serangan yang dilancarkan oleh pihak Belanda, hingga terjadi aksi saling serang dan peperangan tidak dapat terelakkan. Banyak korban berjatuhan dan mati tertembak oleh tentara Belanda termasuk Kepala Pejuang Tentara Indonesia, hingga akhirnya posisi Kepala Pejuang Tentara Indonesia digantikan oleh Amir. Dari sinilah muncul gerakan perang bergerilya yang dilakukan untuk membalas serangan Belanda dan mempertahankan keutuhan Bangsa Indonesia.


 📍Komplikasi ~

Komplikasi berkembang ketika kelompok pejuang menghadapi serangan yang lebih besar dari pasukan Belanda. Selain itu, pengkhianatan di dalam kelompok dan kehilangan anggota memperburuk situasi, menyebabkan ketidakpercayaan dan keraguan.


 📍Klimaks ~

Klimaks terjadi saat pertempuran besar yang menentukan antara pejuang dan pasukan Belanda. Momen ini penuh emosi, di mana para pejuang harus memilih antara mempertahankan idealisme mereka atau mengutamakan keselamatan diri.


 📍Antiklimaks ~

Setelah pertempuran, ada momen refleksi di mana para pejuang yang selamat harus menghadapi konsekuensi dari tindakan mereka. Beberapa dari mereka mulai meragukan arti sebenarnya dari perjuangan mereka, menciptakan ketegangan emosional.


 📍Ending ~

Film diakhiri dengan kemenangan simbolis atas penjajah, tetapi dengan kesadaran akan pengorbanan yang telah dilakukan. Karakter-karakter utama merenungkan perjalanan mereka dan makna kemerdekaan, menandakan bahwa perjuangan masih terus berlanjut meskipun secara fisik mereka telah meraih kemenangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Krisis harga beras semakin meningkat di Watulimo

Cerpen Tukang Cukur

Si dul anak jakarta