Si dul anak jakarta


 Novel Si Doel Anak Djakarta ini menceritakan Abdul Hamid atau si Dul dengan kenakalan-kenakalan sebagai seorang anak dengan latar belakang budaya Betawi sebelum perang. Ia anak tunggal. Ibunya bernama Amne. Ayahnya umumnya bekerja sebagai sopir kendaraan jurusan Bogor-Jakarta.  

Setiap siang dan sore si Dul belajar mengaji bersama teman-temannya di rumah kakeknya, Engkong Salim, orang yang terkenal keras terhadap anak didiknya. Kedua orang tua si Dul termasuk orang yang taat beribadah dan suka berbuat baik kepada orang lain. Kehidupan keluarga orang tua si Dul sangat harmonis, meski mereka miskin.

Ayah si Dul meninggal dunia karena mobil yang sedang dikendarainya menabrak pohon asam. Oleh karena itu, cita-cita si Dul yang ingin bersekolah tidak tercapai. Ibu si Dul ingin bekerja di toko obat, tetapi kakek si Dul tidak mengizinkannya. Lebih baik perempuan bekerja menjadi tukang cuci pakaian daripada bekerja di toko obat.

Ibu si Dul kemudian menikah dengan Baduali seorang duda beranak satu, yang bekerja di sebuah bengkel mobil. Ia seorang pendatang, bukan orang Jakarta asli. Atas jasa ayah tirinya itu, si Dul masuk sekolah. Namun, kakek (Uak Salim) si Dul tidak setuju jika ia masuk ke sekolah umum karena sekolah umum hanya akan memikirkan masalah dunia, tidak akan memikirkan nasib akhiratnya. Namun, si Dul tetap melanjutkan sekolah meski kakeknya tidak menyetujuinya.  








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Krisis harga beras semakin meningkat di Watulimo

Cerpen Tukang Cukur